FPIK UB bekerjasama dengan Scuba School International
Ditulis pada tanggal 18 January 2018, oleh admin, pada kategori Diving Chronicles

DSCN6538DSCN6544DSCN6547DSCN6563

Kelompok nelayan Samudera Bakti Bangsring telah mencapai prestasi dengan memecahkan catatan Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) dalam kategori pengamatan bawah laut oleh nelayan terbanyak. Kegiatan tersebut telah mendapat liputan luas dari berbagai media local maupun nasional. Sebagai dampaknya, Bangsring sudah terdaftar sebagai salah satu destinasi pariwisata berkelas. Bahkan, beberapa agen perjalanan telah mempromosikan kunjungan wisata ke desa Bangsring melalui Radio Suara Surabaya. Industri kreatif ini telah menumbuhkan industry ikutan baru dari jenis agen perjalanan wisata.

Pemecahan rekor MURI oleh nelayan Samudera Bakti dilakukan pada tanggal 21 – 22 Mei 2016. Penyelaman dilakukan selama 28 jam oleh 56 nelayan secara bergantian, didampingin oleh 26 penyelam pendamping dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Masing-masing nelayan menyelam selama 30 menit, pada titik yang sudah ditentukan, mengamati jumlah ikan: kuli pasir, kakatua, dan baronang. Ketiga kelompok ikan ini dipercaya bisa membersihkan substrat dasar tempat tumbuhnya anakan karang. Nelayan menyelam bersama satu orang pendamping. Setelah 30 menit, nelayan ke-dua turun dan menggantikan nelayan pertama, demikian selanjutnya. Penyelam pnedamping (FPIK-UB) berada di bawah selama 60 menit (setara dua penyelam nelayan). Seluruh proses dan kegiatan selama 28 jam ini dicatat oleh seorang notaris dan dikirimkan kepada catatan Museum MURI di Semarang. Setelah proses evaluasi selama 8 bulan, pada tanggal 19 Januari 2017, museum MURI menyatakan sebagai catatan baru di Indonesia, bahkan di dunia.

Pada tahun 2017, kelompok nelayan Samudera Bakti tidak melaksanakan Bangsring Underwater Festival. Pada tahun ini (2018), nelayan Samudera Bakti merencanakan untuk mencapai catatan MURI yang kedua dengan tema “48-jam Nemo Dancing”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati perilaku ikan badut, Amphiprion clarkii, selama 48-jam, dan diabadikan dalam bentuk video. Kegiatan ini dilakukan dalam kaitannya dengan Bangsriing Underwater Festival II.

Bangsring Underwater Festival II rencananya akan dimulai pada tanggal 6 April 2018, bertepatan dengan hari nelayan. Festival ini terdiri dari rangkaian kegiatan sebagai berikut:

  • Penanaman terumbu karang buatan
  • Pendidikan bahari anak sekolah dasar
  • Underwater clean-up
  • Lomba fotografi model bawah laut
  • Lomba underwater 3D-map
  • Underwater gandrung dancing
  • Catatan baru MURI: 48-jam nemo dancing

Kegiatan ini diharapkan akan didukung atau melibatkan peran dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, maupun perseorangan yang tertarik menjadi relawan. Pihak-pihak tersebut antara lain:

  1. Kelompok Nelayan Samudera Bakti, seb   agai tuan rumah
  2. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
  3. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur
  4. Direktorat Jasa kelautan, DJPRL-KKP Jakarta
  5. WWF Coral Triangle Indonesia
  6. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (UB)