FPIK UB bekerjasama dengan Scuba School International
Ditulis pada tanggal 9 May 2018, oleh admin, pada kategori Diving Chronicles, Kegiatan

BERKAH DARI MEMBAYAR KESALAHAN MASA LALU
Transformasi Kultural Nelayan Kompresor Menjadi Pemandu Wisata Bahari

 

Samudera Bakti ialah kelompok nelayan yang mulanya bekerja sebagai penangkap Ikan hias. Dengan menurunnya kualitas habitat terumbu karang dan tangkap lebih (over-fishing), hasil tangkapan nelayan menurun. Nelayan menyadari bahwa sebagian dari kerusakan tersebut disebabkan oleh tingkah laku mereka. Sebagai usaha untuk menebus kesalahan masa lalu, kelompok nelayan sepakat untuk menyatakan perairan di depan desa mereka sebagai kawasan konservasi perairan. Hal ini dilakukan dengan menjaga dan melarang kegiatan penangkapan di dalam kawasan konservasi dan melakukan perbaIkan habitat melalui penanaman terumbu karang buatan (transplantasi). Usaha ini mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Banyuwangi, akademisi dan Perguruan Tinggi serta media. Secara bertahap, usaha tersebut menjadi contoh dan menumbuhkan mata pencaharian baru dalam kemasan eko-wisata bahari. Saat ini, kelompok nelayan Samudera Bakti sudah mengembangkan paket-paket tour termasuk: paket Pulau Tabuhan, paket Pulau Menjangan, snorkeling dan diving di sekitar rumah apung, canoe, maupun banana boat. Saat ini, 4 orang anggota kelompok telah tersertifikasi sebagai naturalist guide – usaha untuk menebus kesalahan masa lalu telah berbuah penghasilan baru dari kegiatan eko-wisata bahari.

BUF 2018 ~ SINOPSIS BANGSRING UNDERWATER – SAMUDRA BAKTI